Mengenal Wood Plastic Composite (WPC)

WPC untuk lantai teras rumah (Sumber: rmd-wpc.com)

Pernahkan Anda mendengar mengenai bahan material yang satu ini? WPC merupakan kepanjangan dari wood plastic composite, yang secara bahasa dapat diartikan sebagai komposit kayu plastik. Composite sendiri dapat diartikan sebagai campuran. Jadi, WPC adalah campuran antara kayu dan plastik. WPC merupakan sebuah material baru yang tersusun dari elemen kayu dan plastik yang dilebur menjadi satu dan membentuk sebuah material baru, yaitu WPC.

WPC adalah alternatif pengganti kayu masa kini. Harga kayu yang semakin meningkat dan eksploitasi penggunaan kayu membuat kita harus mulai melestarikan kayu. Nah, WPC dibuat dengan komposisi serat plastik 40% dan serbuk kayu 60%. Maka dari itu, WPC dapat memberikan kekuatan dan keindahan yang menyerupai kayu dengan daya tahan dan kelebihan serta keunggulan polimer atau plastik.

Pada awalnya, WPC adalah bahan yang paling sering digunakan pada lantai decking eksterior, terutama yang paling populer adalah di bagian perimeter kolam renang. Namun, kini telah banyak bagian rumah dan lansekap yang menggunakan material WPC, seperti pagar, plafond, lantai interior, kusen pintu, dan juga jendela. Apakah Anda tertarik untuk menggunakan WPC sebagai bahan material hunian? Berikut adalah beberapa detail tentang WPC.

 

 

Penggunaan WPC di kolam renang outdoor (Sumber: bigbel.by)

Baca juga:Ā 10 Ide Taman Minimalis di Lahan Terbatas oleh Greenwood

Jenis-Jenis dari WPC atau Kayu Komposit

1. Kayu komposit hollow (WPCH: Wood plastic composite hollow)

Kayu ini dikatakan hollow karena di dalam kayunya terdapat lubang yang hampir mirip dengan besi hollow. Kayu ini biasanya dimanfaatkan untuk pagar halaman, lantai teras dan juga atap untuk gazebo. Harga perkilo dari kayu ini di Indonesia biasanya sekitar kurang lebih 50 ribuan.

2. Kayu komposit solid (WPCS)

Biasanya jenis kayu komposit solid ini dibuat berbentuk papan, baik lurus maupun lengkung. Jadi, kayu jenis ini bisa dimanfaatkan untuk bangunan layaknya bahan bangunan biasa.

Tentu saat akan memilih suatu bahan material untuk hunian impian, Anda perlu mengetahui semua kelebihan dan kekurangannya. Nah, berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan dan bahan WPC.

WPC untuk taman rooftop (Sumber: decorifusta.com)

Hubungi kami diĀ +628119-388-388Ā untuk harga WPC terbaik
Atau pelajari produk kami melalui link berikut.

Kelebihan WPC

  • Bisa didaur ulang untuk diproduksi kembali
  • Memiliki berbagai macam ukuran panel berbeda dan bisa digunakan untuk di dalam dan di luar rumah
  • Lebih tahan api dibanding produk serupa lainnya. Ketika terjadi kebakaran pada panel, api hanya menyala di satu titik dan tidak menyebar.
  • Daya tahan yang tinggi terhadap benturan dan abrasi
  • Memiliki kestabilan dimensi yang baik, tidak akan mengembang bila berada di area lembab
  • Kemungkinan retak sangat kecil
  • Daya tahan yang tinggi terhadap air dan bahan kimia rumah tangga
  • Daya tahan yang baik terhadap rayap, jamur dan hama
  • Pada umumnya lebih murah dibanding kayu
  • Terbaik untuk investasi jangka panjang
  • 100% dapat di daur ulang
  • Secara estetika, WPC memiliki desain yang mendukung keindahan rumah
  • Warna tidak cepat memudar

Kekurangan WPC

  • Hanya memiliki sedikit pilihan warna

Seperti yang terdapat pada poin di atas, WPC adalah bahan yang ramah lingkungan, karena WPC tidak akan merosot, melengkung atau memudar seperti kayu. Inilah yang dapat mengurangi siklus perbaikan dan penggantian yang boros.Ā  WPC juga dibuat dengan memanfaatkan limbah kayu sebagai bahan dasar pembuatannya. Bahan kayu yang digunakan bermacam-macam, mulai dari bambu, kayu jati, mahoni, atau bahkan serat ijuk.

WPC di ruangan indoor (Sumber: alibaba.com)

Perbandingan antara WPC dan Kayu Biasa

Property WPC Kayu Tropis umum
Penyerapan air 0-1.5% Up to 30%
Penarikan sekrup Bisa Bisa
Daya tahan terhadap jamur Sangat Baik Sedang
Daya tahan terhadap rayap Sangat Baik Tidak
Daya tahan terhadap bengkok Sangat Baik Sedang
Daya tahan terhadap bahan kimia Sangat Baik Sedang

Pemasangan WPC (Sumber: arbordeck.co.uk)

Cara Pemasangan WPC

Cara Pemasangan lantai outdoor:

  1. Pemasangan antara rangka atau joist diberi jarak 30-35cm
  2. Bila pemasangan ingin dimatikan ke lantai, rangka (joist) langsungĀ  dibor atau disekrup ke lantai
  3. Bila rangka atau joist sudah terpasang, kemudian pasang decking di atas rangka atau joist. Apabila rangka atau joist terpasang vertikal, maka decking harusĀ  terpasang horizontal, begitu juga sebaliknya.
  4. Jarak antara decking dengan decking (Nat) harus diberi jarak 5-7 mm untuk menghindari kelembaban pada saat terkena air atau hujan.
  5. Pemasangan plastic clip untuk decking diberi jarak 30 cm

Cara Pemasangan dinding indoor:

  1. Pasang terlebih dahulu besi hollow atau kayu kaso pada permukaan dinding dan beri jarak sekitar 40 cm
  2. Pasang dinding panel ke besi hollow atau kayu kaso secara berlawanan. Jika pemasangan besi hollow atau kayu kaso vertical, maka pemasangan dinding panel horizontal. Begitu pula sebaliknya.
  3. Pemasangan dinding panel ke besi hollow atau kayu kaso menggunakan paku atau baut, dengan cara mengaitkan paku pada dinding panel pertamaĀ  (agar paku atau baut tidak terlihat)
  4. Jika pemasangan dinding panel memakai lem kayu, maka lapisi dinding panel dengan lem kayu dan rekatkan pada besi hollow atau kayu kaso

Catatan: Pemasangan dinding panel sama dengan pemasangan kayu biasa yang dapat dipotong dengan gergaji dan dapat dipaku.

Semakin tertarik untuk menggunakan WPC sebagai bahan material rumah idaman Anda? Selain harganya yang lebih murah dibandingkan dengan kayu pada umumnya, WPC juga termasuk ke dalam bahan yang ramah lingkungan. WPC juga sudah mudah ditemukan dan rata-rata barang yang ada di pasaran adalah produksi luar negeri yang di impor ke Indonesia. Jadi, jangan khawatir karena Anda dapat dengan mudah mencarinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *