Jenis Lantai Kayu Beserta Plus Minus Penggunaannya, Yuk Kenali!

Anda sedang dalam proses membangun atau renovasi rumah? Apakah sudah mempertimbangkan jenis lantai kayu atau parket? Parket atau yang dalam bahasa Inggris disebut parquet, merupakan jenis lantai yang menggunakan kayu sebagai bahan dasarnya. Penggunaan parket memang kerap dipilih oleh arsitek atau pemilik rumah untuk memberikan kesan mewah pada hunian.

Contoh pemakaian lantai kayu (Sumber: flooringsupplies.co.uk)

Penggunaan lantai kayu dapat menambah kesan hangat pada hunian, sekaligus kesan mewah. Nah, terdapat beberapa jenis kayu yang dapat Anda gunakan sebagai bahan dalam pembuatan lantai. Tidak sembarang kayu bisa digunakan untuk lantai lho. Anda harus terlebih dahulu meninjau aspek kelayakan kayu tersebut untuk dijadikan lantai. Salah satu aspek yang paling penting adalah kekuatan, keawetan, kehalusan, hingga ketahanan kayu terhadap rayap dan cuaca.

Lantai kayu memiliki nilai estetis yang tinggi serta tingkat kenyamanan yang lebih jika dibanding dengan lantai dari jenis batu. Bentuk lantai kayu dapat berupa kayu strip (dengan lidah alur), plank (terdiri dari 3 lembar strip), dan parket (susunan lantai kayu yang membentuk motif tertentu).

Jenis Lantai Kayu

1. Solid wood floor atau kayu solid

Solid wood floor (Sumber: esbflooring.com)

Bentuk kayu solid berupa lembaran-lembaran papan yang halus dan memiliki ukuran tertentu. Model standar dari kayu ini terdapat alur dan lidah pada bagian sampingnya. Kayu jenis ini memiliki beberapa keunggulan seperti adanya kemungkinan untuk diamplas ulang setelah pemakaian selama beberapa waktu. Lebar kayu solid yang disarankan adalah 15cm dengan ketebalan tidak lebih dari 2cm.

Namun sayangnya, kayu solid juga mempunyai beberapa kekurangan. Kayu solid termasuk rentan terhadap cuaca yang tidak stabil apalagi ekstrim. Selain itu, jenis ini mungkin mengalami penyusutan karena terbuat dari 100% kayu solid. Untuk itu pada pemasangannya selalu akan disisakan beberapa millimeter pada pertemuan antara lantai kayu dengan dinding.

2. Engineer-veneer wood floor atau kayu dengan teknologi layer

Engineered wood floor (Sumber: homebuilding.co.uk)

Jenis kayu ini sudah menggunakan teknologi dalam proses pengolahannya sebagai bahan lantai. Sama seperti namanya, jenis kayu ini dipasang dengan menggunakan sistem layer. Aplikasinya dengan cara menyusun lapisan kayu secara bersilangan untuk menghindari kemungkinan memuai dan menyusut. Biasanya kayu dengan teknologi layer ini tersusun atas 2-3 lapis atau bahkan lebih. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan kekuatan kayu sehingga tetap awet.

Kayu jenis ini memiliki beberapa keuntungan, seperti pemasangannya yang mudah dan dapat langsung dipasang di atas jenis lantai apapun. Dari segi harga, kayu ini juga lebih murah dan tentu saja lebih terjangkau jika dibandingkan dengan lantai solid.

3. Laminate wood floor atau kayu laminasi

Laminate wood floor (Sumber: nimvo.com)

Kayu laminasi dibuat dengan cara yang hampir mirip dengan jenis kayu layer, yaitu berupa lapisan. Lapisan teratas dari kayu ini adalah hasil cetakan yang mirip dengan serat kayu dan dilapisi oleh plastik coating. Sedangkan lapisan intinya adalah berupa HDF (High density fibreboard) atau MDF (Medium density fibreboard). Walaupun jenis kayu ini bukanlah kayu asli, namun tetap dapat memberikan kesan natural pada rumah.

Baca juga: 8 Ciri Khas Arsitektur Rumah Minimalis di 2018

Kelebihan Lantai Kayu

  • Lantai kayu lebih awet dan estetis

Tahukah Anda, lantai kayu ternyata terbukti lebih awet dibandingkan dengan materi lainnya. Jika dirawat dengan baik dan benar, lantai kayu di rumah dapat bertahan hingga 20 tahun lho. Salah satu cara merawatnya adalah dengan cara re-coating atau mengecat ulang setiap 3 bulan sekali. Selain itu, coraknya yang alami juga mampu memberikan kesan estetik yang indah dan menarik pada hunian Anda. Cocok sekali untuk Anda yang menyukai suasana alam yang natural.

  • Perawatannya mudah

Cara merawat dan membersihkan lantai kayu cukup mudah. Anda dapat menggunakan vacum cleaner atau kemoceng untuk membersihkan kotoran serta remah-remah yang menyelip di sela-sela kayu. Untuk membersihkan noda dan benda cair, Anda cukup menggunakan lap. Mudah sekali bukan?

Lantai kayu lebih awet dan mudah dirawat (Sumber: home-designing.com)

  • Membuat ruangan menjadi lebih hangat

Kayu mempunyai sifat alami yang mampu menyimpan panas pada siang hari dan mampu menghangatkan udara pada malam hari. Sifat alami kayu ini membuat suhu ruangan cenderung lebih dapat menyesuaikan dengan suhu udara di luar. Penggunaan lantai kayu dapat meminimalisir bantuan pendingin atau penghangat udara buatan.

  • Investasi jangka panjang

Ternyata penggunaan lantai kayu juga dapat menjadi investasi jangka panjang bagi hunian Anda, karena dapat meningkatkan nilai jual dari properti rumah. Rumah yang menggunakan lantai kayu mempunyai harga jual yang lebih tinggi dibandingkan dengan harga saat pertama kali dibeli.

Lantai kayu perlu dirawat agar tidak keropos (Sumber: houzz.com)

Kekurangan Lantai Kayu

  • Butuh perlakuan khusus agar tidak mudah keropos

Ruangan yang lembap dapat membuat lantai kayu menjadi mudah keropos, lapuk, dan menimbulkan bau tidak sedap. Lantai kayu yang tidak mendapat perlakuan khusus saat akan dipasang juga dapat menjadi sarang rayap dan mudah keropos setelah dipasang.

  • Tidak tahan dengan kelembapan dan sulit dibersihkan saat ada noda cair

Karena terbuat dari kayu, maka lantai jenis ini dapat mudah lapuk jika terkena air. Maka, cara pembersihan dengan mengepel kurang dianjurkan, lebih baik bersihkan lantai kayu dengan penyedot debu. Noda cairan seperti cat atau tinta yang terkena lantai kayu termasuk sulit dibersihkan karena cairan akan langsung meresap ke dalam kayu.

Setelah mengetahui jenis-jenis lantai kayu beserta keunggulan dan kekurangannya, inilah saat Anda menentukan ingin memakai lantai kayu jenis apa untuk hunian impian. Jangan lupa untuk menyesuaikan sesuai desain dan budget yang Anda miliki ya.

Ssssst… ngomong-ngomong soal rumah, sudah cek produk Greenwood? [Klik produk bagus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *