Kayu Sengon, Kayu yang Ekonomis

Kayu merupakan material yang cukup digemari untuk digunakan sebagai material bangunan, furnitur, atau dekorasi. Minat pasar terhadap material kayu didukung dengan banyaknya macam pilihan kayu di pasaran. Selain kayu jati yang terkenal, terdapat satu jenis kayu yang menarik untuk kita bahas, yaitu kayu sengon. Kayu sengon merupakan jenis kayu yang lunak dengan pori-pori kayu yang besar.

Pori-porinya yang besar membuat kayu sengon tidak dapat dijadikan sebagai bahan bangunan seperti kusen atau jendela. Sebagian besar kayu sengon dijadikan papan begisting untuk keperluan pengecoran, dengan catatan bahwa ukuran diameter pohon sengon tersebut harus lebih dari 20cm. Jika kurang dari ukuran tadi, biasanya kayu sengon digunakan untuk kayu reng atau kayu usuk.

Kayu sengon (Sumber: blogspot.com)

Sengon sendiri merupakan jenis pohon yang sangat mudah untuk tumbuh di banyak tanah, sedangkan untuk laju pertumbuhannya juga sangat cepat. Rata-rata pohon sengon dapat dipanen paling cepat dalam waktu tiga tahun. Namun, jika ingin mendapatkan pohon sengon dengan kualitas super dapat ditunggu hingga pohon sengon berumur lima tahun. Untuk kayu sengon yang digunakan sebagai bahan bangunan, rata-rata berumur sekitar lima tahun.

Kayu Sengon Sebagai Bahan Bangunan

Kayu sengon banyak digunakan sebagai material untuk membuat kuda-kuda karena dapat menghemat biaya hampir sekitar 40-50% dibandingkan jika menggunakan material baja. Selain itu, kayu sengon juga banyak digunakan untuk pembangunan tiang pancang, konstruksi ringan, dan lainnya. Namun, untuk penggunaan kayu sengon sebagai material konstruksi bangunan harus memenuhi persyaratan teknis terlebih dahulu.

Untuk menggunakan kayu sengon sebagai bahan struktur bangunan, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain kekuatan dan keawetan kayu. Karena tentu tujuan utama para pemilik bangunan ataupun desainer bangunan adalah untuk membuat bangunan yang aman dan kuat.

Papan kayu sengon (Sumber: blogspot.co.id)

Kayu yang digunakan untuk keperluan bangunan umumnya dari kelas kuat I, II, dan III dengan rasio kekuatan terhadap berat yang cukup tinggi, serta mempunyai kelas awet I atau II. Bila kayu termasuk kelas awet III dan di bawahnya, maka kayu tersebut harus diawetkan terlebih dahulu. Kelas kuat kayu sengon adalah IV-V sehingga dibutuhkan proses pengawetan terlebih dahulu sebelum dijadikan material konstruksi. Pengawetan yang dilakukan dapat berupa peleburan, penyemprotan, rendaman dingin, rendaman panas, disfusi, dan vakum (tekanan sel penuh).

Pemakaian kayu sengon di Indonesia sebagai material konstruksi sudah tidak asing lagi. Kayu sengon juga mempunyai prospek pasar yang cukup tinggi. Permintaan akan kayu ini tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga datang dari luar negeri. Walaupun memang kayu sengon tidak sekeras kayu lainnya, tetapi setelah dilakukannya proses pengeringan dan perendaman, kayu sengon dapat bertahan hingga 30-45 tahun.

Proses pengolahan kayu sengon (Sumber: jitunews.com)

Ciri-ciri Kayu Sengon

  • Kayu sengon adalah jenis kayu yang cukup lunak. Dalam artian, kayu ini jika dipegang terasa empuk dan hampir mirip dengan kayu randu atau kayu kapuk.
  • Warna: Dari segi warna, teras kayu atau bagian tengah kayu berwarna agak putih dan ada juga sebagian dari kayu sengon yang teras kayunya berwarna cokelat muda pucat. Bagian gubal dan tepi kayu memiliki warna yang sama dengan warna bagian tengah yaitu berwarna putih. Sehingga, batas antara gubal dan teras kayu sulit dibedakan alias tidak terlihat jelas. Berbeda dengan jenis kayu tropis lainnya, contohnya kayu jati yang batas antara gubal dan teras kayunya terlihat jelas.
  • Kebanyakan kayu sengon bertekstur kasar
  • Kayu sengon mempunyai permukaan yang sedikit agak licin dan mengkilap

Kelebihan dan Kekurangan Kayu Sengon

Kayu sengon mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, karena umurnya yang relatif singkat. Selain itu, harga kayu sengon juga lebih murah dibandingkan dengan jenis kayu lainnya. Kayu sengon juga terbukti sangat efektif untuk bahan meredam suara. Selain karena bobotnya yang ringan, serat kayu sengon juga sangat mendukung untuk mengoptimalisasi penyerapan suara.

Baca juga: Ini Cara Mudah Mendesain Kamar Minimalis

Namun, kekurangan dari kayu muda seperti kayu sengon ini adalah jika digunakan sebagai bahan bangunan, kayu sengon sangat mudah rusak jika berhadapan dengan cuaca atau rayap. Memang semua kayu akan rusak jika harus berhadapan dengan keduanya, tetapi kecepatan akan rusaknya tersebut yang harus diperhitungkan. Kayu yang masih muda akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Furnitur kayu sengon (Sumber: antiserangga.com)

Harga kayu sengon

Untuk harga jual papan dari kayu sengon sendiri pada tahun 2017 lalu adalah sekitar Rp8000 per batang. Jika Anda membeli dalam satu ikatan, harga jual kayu sengon ini juga tetap Rp8000 per batang. Namun, sebaiknya jika ingin membeli papan sengon jangan membeli dalam bentuk ikatan, karena ada kemungkinan papan yang dijual tersebut banyak yang melengkung.

NO Panjang Kayu Sengon Harga per Batang Harga per Ikat (10 Batang)
1 2 meter Rp 7.500,- Rp 75.000,-
2 3 meter Rp 12.000,- Rp 120.000,-
 3  4 meter  Rp 20.000,-  Rp 200.000,-

Selain sebagai material bangunan, kayu sengon juga sering dijadikan berbagai macam peralatan rumah tangga dan industri. Kayunya mempunyai jenis yang tidak terlalu berat, tahan lama, dan harganya juga lebih terjangkau. Kayu sengon untuk furnitur sering dijadikan bahan untuk membuat kursi, meja, kusen, pintu, serta penyangga atap konstruksi rumah.

Tertarik untuk menggunakan kayu sengon sebagai material bangunan atau furnitur rumah Anda? Pastikan untuk membeli dari toko yang terpercaya agar Anda bisa mendapatkan kayu sengon dengan kualitas terbaik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *