Batu Alam untuk Tampilan Rumah Natural

Anda ingin memiliki rumah yang memberikan nuansa alami dan natural? Nah, pemakaian batu alam mungkin adalah pilihan yang tepat. Selain jenisnya yang cukup banyak, batu alam juga cukup awet dan mudah dirawat lho. Pada umumnya, batu alam adalah salah satu material yang banyak digunakan masyarakat sebagai bahan bangunan, terutama untuk proses penyelesaian akhir (finishing). Kesan alami serta tampilannya yang dekoratif juga menjadi salah satu alasan batu alam menjadi begitu populer.

Rumah dengan material batu alam (Sumber: usualhouse.com)

Sayangnya, tidak semua bagian rumah dapat menggunakan material batu alam ini. Ruangan yang mudah terkena kotoran seperti dapur atau garasi sebaiknya dihindari untuk pemakaian batu alam karena karakter batu alam yang cukup sulit dibersihkan apabila terkena kotoran seperti cipratan oli atau minyak.

Untuk jenisnya sendiri, terdapat banyak sekali ragam dan pola batu alam yang ada di pasaran. Namun, keseluruhan jenis batu alam ini dibedakan lagi menjadi dua berdasarkan dari proses terbentuknya. Adapun 2 jenis batuannya yaitu batuan sandstone (batu pasir) dan batuan lavastone (batu lava). Dari namanya saja mungkin sudah dapat ditebak, bahwa batuan sandstone terbentuk dari proses sedimentasi butiran-butiran pasir yang membeku, sedangkan batuan lavastone terbentuk karena adanya proses pendinginan lava yang keluar dari gunung berapi.

Jenis Batu Alam

1. Batu Andesit (lavastone)

Batu andesit (Sumber: ealstonecladding.co.uk)

Batu andesit adalah batu paling keras di antara batu alam lain yang umumnya dipakai. Batu andesit juga memiliki tingkat porositas rendah karena mempunyai pori yang rapat. Batu jenis ini berasal dari gunung berapi (lavastone) dan memiliki beberapa ciri yang mudah dikenali, yaitu warnanya yang abu-abu atau hitam. Jenis batu ini sudah sangat lama digunakan sebagai material bangunan. Sifat batu yang padat dan tahan terhadap cuaca serta lumut, membuat batu ini menjadi favorit untuk mempercantik bangunan dan juga cocok dipakai di segala ruang.

2. Batu Candi (lavastone)

Batu candi memiliki sifat yang cenderung alami dan terkesan sejuk, sehingga membuat banyak orang menjadikan batu ini sebagai batu alam favorit untuk material rumah. Di pasaran sendiri, batu candi banyak dijual dalam bentuk lempengan. Batu candi mempunyai pori-pori yang besar, ini merupakan ciri khas yang membedakannya dengan batuan lain. Nah, pori yang besar ini membuat batu candi mudah menyerap air. Jadi sebaiknya jika ingin diaplikasikan di luar ruangan (eksterior) lapisilah terlebih dahulu dengan coating agar tidak ditumbuhi lumut. Jenis batu candi yang populer adalah Borobudur lava.

3. Batu palimanan (Sandstone)

Batu palimanan (Sumber: batualamtigasaudara.com)

Seperti namanya, batu palimanan diproduksi di daerah Palimanan, Cirebon, dan merupakan salah satu batu favorit di pasaran. Berdasarkan warna dan jenisnya, batu palimanan dibedakan menjadi batu Palimanan Kuning (cream palimo), batu palimanan putih (white palimo), dan batu palimanan emas (golden palimo). Batu palimanan sangat cocok dipasang pada bidang eksterior maupun interior suatu bangunan. Batu ini memiliki warna yang terang dan berpori, maka sangat disarankan apabila setelah selesai dipasang langsung diberi pelapis batu alam atau coating, untuk menahan laju tumbuhnya lumut.

4. Batu sabak

Batu sabak (Sumber: pixabay.com)

Di pasaran, batu sabak atau slate stone lebih dikenal dengan sebutan batu kali. Selain sangat kuat untuk digunakan sebagai material pondasi, jenis batuan ini dapat dibelah menjadi lempengan tipis untuk pelapis dinding maupun lantai. Pengaplikasian batu sabak ini sebagian besar digunakan untuk bagian luar (eksterior) bangunan misalnya pada dinding, pagar, kolam, pilar (kolom) serta taman kering.

5. Batu granit

Granit (Sumber: buschegranite.com)

Granit (Granite) adalah salah satu jenis batu alam yang paling populer di  masyarakat. Granit sangat cocok digunakan sebagai pelapis dinding (wall veneer), lantai,  serta dinding kamar mandi untuk memunculkan suasana yang natural dan segar. Sifatnya yang tahan terhadap suhu tinggi membuat batu jenis ini juga bisa digunakan di permukaan dapur (countertops).

6. Batu marmer

Batu marmer (Sumber: mygriya.com)

Nah, batu alam yang satu ini dapat dikatakan sebagai batu yang paling digemari sekaligus paling mahal. Batu alam ini banyak digunakan sebagai penutup finishing lantai atau dinding rumah. Harga marmer per m2 yang cukup mahal dan keunikan serta keindahan marmer, membuatnya lebih banyak dipakai pada rumah atau bangunan mewah dengan biaya pembangunan yang besar. Perlu diingat bahwa marmer memiliki sifat yang sensitif terhadap perubahan cuaca, maka hindari penggunaan marmer pada bagian rumah yang sering terkena hujan dan panas.

Inspirasi batu alam pada interior rumah (Sumber: bestlaminate.com)

Kelebihan Batu Alam

  • Ukurannya fleksibel, dapat disesuaikan dengan kebutuhan
  • Memberikan kesan yang natural, elegan, dan mewah
  • Jika ada bagian yang rusak, lantai batu alam tetap tidak akan terlihat jelek
  • Tidak cepat rusak jika digunakan untuk lantai
  • Membuat rumah menjadi lebih berwarna dan tidak monoton
  • Harga jual rumah yang menggunakan batu alam akan jauh lebih mahal

Kekurangan Batu Alam

  • Batu alam mempunyai pori-pori yang besar sehingga harus ditutupi dengan bahan khusus
  • Harga batu alam lebih mahal dibandingkan dengan keramik
  • Materialnya cenderung berat sehingga saat distribusi dan pemasangan cukup merepotkan
  • Penggunaan batu alam pada lantai dua bangunan harus memerhatikan struktur bangunan tersebut terlebih dahulu
  • Warnanya tidak bisa seragam, namun justru di situlah keunikannya

Untuk harganya, batu alam mempunyai kisaran harga mulai dari Rp 50.000 hingga Rp 300.000 per m2. Harga juga bergantung pada lebar, panjang, dan tebal dari batu alam, serta wilayah tempat Anda membelinya. Sebaiknya survei pasar terlebih dahulu untuk memudahkan Anda memilih batu alam yang paling cocok dengan bangunan rumah Anda.

Ssssst… ngomong-ngomong soal rumah, sudah cek produk Greenwood? [Klik produk bagus]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *