Apa Itu Arsitektur Vernakular? Yuk, Kenali Ciri-cirinya

Apakah yang dimaksud dengan arsitektur vernakular? Arsitektur ini sering disamakan dengan arsitektur tradisional, walaupun sebenarnya sedikit berbeda. Arsitektur vernakular adalah gaya arsitektur yang dirancang berdasarkan kebutuhan lokal atau daerah setempat, disesuaikan dengan ketersediaan bahan bangunan, dan mencerminkan tradisi lokal.

Istilah vernakular sendiri berasal dari kata vernaculus di bahasa Latin, yang berarti “domestik, asli, pribumi”, dan dari kata Verna, yang berarti “budak pribumi” atau “budak rumah-lahir”. Dalam bidang linguistik, vernakular mengacu pada penggunakan bahasa tertentu pada suatu tempat, waktu, atau kelompok. Nah, pada arsitektur, vernakular mengacu pada jenis arsitektur yang asli pada waktu atau tempat tertentu (tidak diimpor atau meniru tempat lain). Untuk penggunaanya, arsitektur vernakular ini paling sering digunakan untuk bangunan tempat tinggal.

Burkina Faso, arsitektur vernakular Afrika (Sumber: africavernaculararchitecture.com)

Definisi luas dari arsitektur vernakular adalah teori arsitektur yang mempelajari tentang struktur yang dibuat oleh masyarakat lokal tanpa intervensi dari arsitek profesional. Arsitektur vernakular bergantung pada kemampuan desain dan tradisi pembangunan lokal. Akan tetapi, sejak akhir abad ke-19 telah banyak arsitek profesional yang membuat karya dalam versi gaya arsitektur vernakular ini.

Arsitektur vernakular mempunyai konsep yang sangat terbuka dan komprehensif. Arsitektur vernakular merupakan istilah yang juga merepresentasikan arsitektur primitif atau asli, arsitektur adat, arsitektur leluhur atau tradisional, arsitektur pedesaan, arsitektur etnis, arsitektur informal, atau arsitektur tanpa arsitek. Arsitektur vernakular tidak dapat disamakan dengan arsitektur tradisional, meskipun ada hubungan di antara keduanya.

Baca juga: Tips Menata Rumah tipe 60 Minimalis

Teori mengenai arsitektur vernakular sebenarnya telah ada sejak tahun 1800-an. Hal ini menunjukkan bahwa konsep arsitektur vernakular bukanlah sebuah konsep yang baru, tetapi sudah ada sejak zaman dahulu. Ide mengenai vernakularisme pada bangunan juga telah muncul dalam bahasa Inggris sejak tahun 1600-an, sedangkan istilah arsitektur vernakular secara eksplisit baru digunakan sejak tahun 1818.

Replika rumah vernacular di Dubai, lengkap dengan windcatcher (Sumber: arsitag.com)

Arsitek mulai tertarik menggunakan vernakular dalam teori arsitektur pada awal abad ke-20. Pada tahun 1964, sebuah pameran foto mengenai arsitektur vernakular bernama Architecture Without Architects yang digelar di New York Museum of Modern Art (MOMA) menjadi momen penting dari masuknya arsitektur vernakular ke dalam high architecture atau arsitektur tinggi. Pameran ini diselenggarakan oleh Bernard Rudofsky yang memiliki tujuan untuk mengangkat arsitektur vernakular ke dalam kategori beaux-arts.

Arsitektur yang didesain khusus oleh seorang arsitektur profesional biasanya tidak dapat dianggap sebagai vernakular. Mengapa? Frank Lloyd Wright menggambarkan arsitektur vernakular sebagai “bangunan masyarakat yang muncul untuk menanggapi kebutuhan yang ada, sesuai dengan lingkungan, dan dibangun oleh orang-orang yang mengetahui secara jelas kebutuhan yang diinginkan”. Jadi, tidak sengaja dibuat oleh seorang arsitek dengan segala unsur desain modern.

Faktor yang Memengaruhi Arsitektur Vernakular

Arsitektur vernakular dipengaruhi oleh berberapa aspek berbeda, mulai dari perilaku manusia hingga kondisi lingkungan sekitar, yang mempengaruhi bentuk bangunan menjadi berbeda-beda tergantung pada fungsinya.

1. Iklim

Rumah suku Toraja (Sumber: awitour.com)

Salah satu pengaruh paling besar pada arsitektur vernakular adalah iklim dari daerah tempat bangunan tersebut dibuat. Bangunan yang berada di iklim dingin biasanya lebih tertutup dengan jendela yang berukuran kecil atau sama sekali tidak ada. Sebaliknya, bangunan di iklim hangat cenderung dibangun dengan material yang ringan dan ukuran ventilasi yang besar.

Bentuk bangunan juga bergantung pada tingkat curah hujan di wilayah tersebut. Contohnya seperti rumah panggung yang dibangun pada daerah sering banjir. Demikian pula untuk daerah dengan angin kencang, pasti bangunan dibuat khusus untuk melindungi mereka dari angin dan cenderung melawan arah angin.

Taman di tengah rumah di Timur Tengah (Sumber: sillon-mosellan.fr)

Pengaruh iklim pada arsitektur ini bisa membuat struktur bangunan menjadi sangat kompleks. Struktur bangunan vernakular di wilayah Timur Tengah contohnya, seringkali memiliki halaman di bagian tengah rumah dengan air mancur atau kolam untuk mendinginkan udara. Hal-hal seperti ini tidak didesain khusus oleh seseorang apalagi arsitek modern, tetapi muncul akibat trial and error yang telah dirasakan oleh berbagai generasi, jauh sebelum adanya teori yang dapat menjelaskan bagaimana cara membuat bangunan.

2. Budaya

Arsitektur vernakular Afrika (Sumber: radiotataouine.tn)

Cara hidup dari penggunanya, serta bagaimana mereka menggunakan bangunan, memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bentuk bangunan pada arsitektur vernakular. Banyaknya anggota keluarga, bagaimana mereka membagi ruangan untuk tiap anggota keluarga, bagaimana makanan disiapkan dan dimakan, bagaimana mereka berinteraksi, dan masih banyak pertimbangan budaya lainnya yang akan memengaruhi tata letak dan ukuran tempat tinggal.

Contohnya di wilayah Afrika Timur yang memiliki masyarakat poligami, terdapat tempat tinggal terpisah untuk istri yang berbeda, atau tempat tinggal terpisah untuk anak laki-laki yang sudah dewasa agar tidak satu rumah dengan anak perempuan. Struktur pemisah ini mengatur interaksi sosial dan juga privasi dari tiap anggota keluarga. Sebaliknya, di Eropa Barat, struktur pemisah seperti ini dilakukan di dalam satu rumah, dengan membagi bangunan menjadi beberapa kamar terpisah.

3. Lingkungan dan Material Bangunan

Arsitektur vernakulasr Jepang dengan material bambu yang dominan (Sumber: ebizbydesign.com)

Suasana lingkungan setempat dan bahan konstruksi bangunan dapat memberikan aspek tersendiri pada arsitektur vernakular. Daerah dengan banyak pohon biasanya menggunakan kayu sebagai bahan bangunan, sementara daerah tanpa kayu biasanya menggunakan lumpur atau batu sebagai material bangunan. Di negara Timur biasanya mereka menggunakan bambu untuk membuat bangunan karena di sana bambu sangat berlimpah. Namun, harus diingat bahwa arsitektur vernakular sangat ramah lingkungan dan tidak memakai bahan-bahan alami dari alam secara berlebihan.

Arsitektur vernakular merupakan warisan untuk setiap daerah atau negara yang ada di dunia, karena setiap wilayah tentunya mempunyai gaya arsitektur vernakular yang berbeda-beda. Di daerah Anda, seperti apa bentuk dari arsitektur vernakularnya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *