Mengenal Arsitektur Kontemporer yang Dinamis

Apa yang ada di pikiran Anda saat membayangkan tentang arsitektur kontemporer? Mungkin masih banyak yang berpikiran bahwa arsitektur kontemporer sama dengan arsitektur modern, dan keduanya seperti mewakili gaya desain masa kini. Desain arsitektur kontemporer dan modern memang sering kita dengar bersamaan atau memiliki kemiripan, baik itu dalam segi bangunan, interior, perabot, produk, atau arsitektur secara keseluruhan. Meskipun sekilas elemen dan visual dari kedua gaya arsitektur ini mempunyai kemiripan, keduanya tidaklah sama.

Perbedaan Arsitektur Kontemporer dan Modern

Gaya arsitektur kontemporer secara sederhana dapat didefinisikan sebagai arsitektur yang dibuat saat ini. Gaya arsitektur ini bersifat dinamis dan secara konstan akan selalu berubah. Gaya arsitektur kontemporer berkembang dari gaya arsitektur lainnya, arsitektur ini menggabungkan berbagai elemen gaya arsitektur tanpa ada satu elemen gaya arsitektur yang menonjol.

Berbeda dengan gaya arsitektur modern yang merupakan gaya arsitektur yang lebih statis. Arsitektur modern berkembang pada masa pre-industrial sebagai bentuk dari revolusi gaya arsitektur tradisional. Gaya arsitektur modern biasanya dikaitkan dengan gaya arsitektur yang berkembang pada era 1920an hingga tahun 1950an.

Arsitektur kontemporer (Sumber: blogspot.co.id)

Lalu, mengapa banyak yang menyamakan arsitektur kontemporer dan modern? Salah satu alasannya adalah karena banyak elemen dari gaya arsitektur modern yang dapat ditemukan pada gaya arsitektur kontemporer. Hal ini karena gaya arsitektur kontemporer adalah perkembangan lebih lanjut dari gaya arsitektur modern.

Singkatnya, istilah arsitektur kontemporer mengacu pada gaya bangunan saat ini. Modern mengacu pada arsitektur modernis yang ada pada awal hingga pertengahan abad 20. Kontemporer pada dasarnya adalah gaya desain yang sedang up to date atau sedang diproduksi pada masa sekarang. Kontemporer bersifat dinamis dan tidak terikat oleh suatu era. Sebaliknya, modern pada dasarnya menandakan sebuah era setelah era tradisional atau pra-industri. Desain yang kontemporer menampilkan gaya yang lebih baru.

Gaya lama yang diberi label kontemporer akan menghasilkan suatu desain yang lebih segar dan berbeda. Kontemporer juga menyajikan kombinasi gaya, seperti modern kontemporer, klasik kontemporer, rustic kontemporer, dan lainnya.

Ciri-ciri Arsitektur Kontemporer

  1. Bentuk Garis Melengkung

Ribbon Chapel di Hiroshima, Jepang (Sumber: arsitag.com)

Jika Anda penggemar dunia arsitektur pasti sering memerhatikan banyak gaya arsitektur dengan unsur dominan garis lurus. Nah, arsitektur kontemporer cenderung menjauhi kebiasaan ini dengan lebih sering menggunakan garis melengkung sebagai gantinya. Dalam beberapa contoh, sebuah bangunan ada yang seluruhnya dirancang dengan garis lengkung. Dalam contoh lain, ada pula yang dirancang dengan menggabungkan garis melengkung dan garis lurus.

  1. Komposisi Ruang yang Unik

Stuttgart House (Sumber: popeti.com)

Penggunaan garis lengkung juga memungkinkan terciptanya bentuk ruang selain kubus. Dalam arsitektur kontemporer, orang melihat bangunan dalam bentuk bulat. Saat arsitektur kontemporer menggunakan garis lurus, akan tercipta komposisi ruang yang lebih unik. Komposisi ruang ini memungkinkan terciptanya ruang interior yang lebih hidup dengan layout yang tidak biasa. Jika Anda menyukai sesuatu yang unik dan tidak biasa, arsitektur kontemporer adalah pilihan yang cocok untuk Anda.

  1. Penggunaan Material Baru

Penggabungan materi (Sumber: arsitektur.me)

Ciri lain dari arsitektur kontemporer adalah penggunaan material baru pada interior dan eksterior. Bahan-bahan tradisional seperti kaca, kayu, batu bata, dan logam lebih disukai. Tanaman juga sering digunakan dalam arsitektur kontemporer sebagai tambahan dekorasi, terutama pada atap atau dinding.

  1. Ukuran Jendela yang Besar

Tubac house (Sumber: arsitag.com)

Jendela yang lebih besar dan  banyak juga merupakan ciri lain dari arsitektur kontemporer. Jendela biasanya diletakkan pada posisi yang unik. Jika Anda menyukai cahaya alami dan sangat menyukai pemandangan, arsitektur kontemporer dapat menjadi pilihan. Namun, jika Anda sangat memperhatikan privasi dan berencana untuk membangun rumah di perkotaan dimana ada tetangga di dekatnya, perlu diperhatikan mengenai penempatan jendela.

  1. Peduli dengan Lingkungan

Ecohousing (Sumber: okezone.com)

Ecohousing merupakan karakteristik yang kerap ditemukan dalam arsitektur kontemporer. Banyak bangunan konvensional memakai elemen yang ramah lingkungan dan hemat energi. Dalam konstruksi perumahan, arsitektur kontemporer memiliki tujuan untuk mengintegrasikan rumah dengan alam sekitarnya. Hal ini terlihat dari ukuran jendela hingga material bangunan yang digunakan. Tujuannya bukan hanya untuk melindungi lingkungan dari gangguan, tetapi juga untuk menambahkan karakter khusus pada rumah.

  1. Animated Architecture

The Auditorio de Tenerife (Sumber: dekoruma.com)

Karakteristik yang dimiliki oleh arsitektur kontemporer, sering disebut juga dengan animated architecture atau arsitektur animasi. Karakteristik tersebut antara lain, yaitu pencahayaan eksterior bangunan yang canggih, proyeksi fasad yang mampu berinteraksi dengan orang lewat atau pengguna bangunan, dan air, seperti air mancur atau air terjun yang berwarna. Idenya adalah untuk membuat bangunan terasa lebih hidup dan membuat bagian luarnya memiliki unsur animasi.

  1. Bentuk Atap

Atap lengkung (Sumber: dekoruma.com)

Ciri khas lain dari arsitektur kontemporer yang dapat kita lihat adalah eksplorasi bentuk atap. Di era modern seperti sekarang ini, Anda mungkin sudah jarang menemukan bentuk atap perisai layaknya atap konvensional, melainkan bentuknya sudah lebih datar dengan overstack untuk melindungi bangunan dari terik matahari. Nah, arsitek yang lebih berani untuk mengeksplor arsitektur kontemporer mungkin dapat hadir dengan bentuk atap yang lebih unik dan tidak umum seperti green roof hingga atap yang berbentuk lengkung atau bentuk dinamis lainnya.

Baca juga: 10 Desain Ruang Tamu Minimalis untuk Lahan Sempit

  1. Ruang lebih terbuka

Ruang lebih terbuka (Sumber: odiesign.com)

Arsitektur kontemporer umumnya mempunyai ruang-ruang interior yang lebih terbuka dan menyatu antara satu dengan lainnya. Hal ini membuat dalam desain arsitektur kontemporer banyak ditemukan modifikasi struktur untuk memungkinkan sebuah ruangan lebih terbuka tanpa ada gangguan dari struktur yang dibuat di tengah-tengah ruangan.

Contoh Bangunan Kontemporer

The Capital Gate Tower

(Sumber: archdaily.com)

Gedung ini terletak di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Bangunan berbentuk melingkar ini, memiliki 35 lantai dengan kemiringan 18 derajat di tengahnya. Kemiringan ini menjadikan the Capital Gate Tower sebagai bangunan paling miring di dunia. Tata letak interior juga memberikan kesan berbeda pada tiap ruangan dan tidak ada kamar yang identik satu sama lain. Bangunan ini didesain oleh perusahaan arsitektur Skotlandia RMJM.

Dibandingkan dengan gaya arsitektur lainnya, gaya arsitektur kontemporer memberikan lebih banyak ruang untuk berkreasi dalam berbagai segi elemen arsitektur. Apakah Anda tertarik untuk menerapkannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *