Ciri Khas Arsitektur Bali yang Penuh Budaya

Pulau Dewata Bali, pesona dari pulau ini memang masih tetap menyita perhatian banyak orang. Baik itu wisatawan lokal maupun mancanegara. Tidak hanya dikagumi karena kecantikan pantai dan pulanya saja, Bali banyak disukai karena seni serta tradisi yang sangat menonjol pada segala bidang. Hampir di setiap aspek kehidupan masyarakat dan tatanan sosial di Bali, unsur seni dan tradisi ini selalu melekat. Mulai dari perayaan keagamaan, pakaian-pakaian yang dikenakan, hingga desain arsitektur rumah sangat kental dengan nuansa seni dan tradisi Bali.

Arsitektur Bali pada rumah modern (Sumber: galmasciptagraha.com)

Untuk arsitektur tradisional Bali sendiri dapat diartikan sebagai tata ruang yang mewadahi kehidupan masyarakat Bali yang telah berkembang secara turun menurun dengan berbagai aturan yang diwarisi dari zaman dahulu hingga saat ini. Arsitektur Bali adalah gaya arsitektur vernacular atau tradisional yang didesain menggunakan bahan-bahan lokal untuk membangun bangunan, struktur, dan rumah-rumah dengan mencerminkan tradisi lokal.

Baca juga: 6 Trik Kamar Tidur Minimalis untuk Ruangan Sempit

Arsitektur Bali dipengaruhi oleh tradisi Hindu Bali, serta unsur Jawa kuno. Selain itu, arsitektur Bali memiliki karakteristik menggunakan budaya kuno dan kesenian di setiap elemen desain. Bahan yang biasa digunakan di rumah-rumah dan bangunan Bali antara lain seperti atap jerami, kayu kelapa, bambu, kayu jati, batu, dan batu bata.

Arsitektur Bali (Sumber: bali-travelnews.com)

Arsitektur tradisional Bali sebenarnya tidak terlepas dari keberadaan manuskrip Hindu yang bernama “Lontar Asta Kosala Kosali”. Manuskrip ini memuat tentang aturan-aturan pembuatan rumah atau puri dan aturan tempat pembuatan ibadah atau pura. Dalam Asta Kosala Kosali disebutkan bahwa aturan-aturan pembuatan sebuah rumah harus mengikuti anatomi tubuh pemilik rumah dengan dibantu sang undagi sebagai pedande atau orang suci yang mempunyai wewenang membantu pembangunan rumah atau pura.

Setelah mengetahui sejarah, serta latar belakang dari arsitektur tradisional Bali sekarang mari kita lihat unsure-unsur apa saja yang menjadi ciri khas dari arsitektur Bali. Walaupun pada beberapa bagian masih terdapat unsur-unsur Hindu Jawa Kuno, Bali tetap memiliki ciri khasnya tersendiri. Berikut adalah unsur-unsur yang menjadi ciri khas arsitektur Bali.

1. Adanya Pura dan Kuil Umat Hindu

Terdapat Pura dalam kompleks perumahan (Sumber: shutterstock.com)

Masuknya agama Hindu di pulau Bali memberikan dampak yang cukup signifikan pada kehidupan masyarakat Bali, terutama pada gaya arsitekturnya. Arsitektur Bali secara umum didominasi oleh pengaruh Hindu sejak kedatangan Majapahit ke pulau ini pada abad 15. Kedatangan Majapahit juga meninggalkan pengaruh kebudayaan berupa teknik pahatan pada batu yang kemudian difungsikan sebagai patung atau pura. Seiring dengan perkembangan zaman, kehadiran patung dan pura kecil begitu melekat dan identik dengan gaya arsitektur tradisional Bali.

Pada agama Hindu sendiri, yaitu agama yang dianut oleh mayoritas masyarakat Bali, terdapat konsep Tri loka, yakni pemisahan eksistensi antara alam para Dewa, alam manusia, dan alam iblis atau roh jahat. Konsep ini kemudian direfleksikan dalam bentuk pura Bali dan menjadikan pura ini sedikit berbeda dengan pura yang ada di India, negara asal agama Hindu. Mayoritas pura di Bali didesain dengan 3 tingkatan, dimana tingkat tertinggi merepresentasikan kesakralan dan pemujaan untuk Dewa-Dewa atau Sang Hyang Widi.

2. Pengaruh dari Kepercayaan Polytheisme

Banyaknya Pura dalam satu kompleks (Sumber: arsitur.com)

Kepercayaan polytheisme atau pemujaan kepada banyak dewa merupakan kebudayaan awal yang ada di pulau Bali sebelum kedatangan Hindu ke pulau tersebut. Nah hingga saat ini, di beberapa gaya arsitektur Bali masih dapat kita temui unsur-unsur kepercayaan polytheisme.

Baca juga: 5 Desain Rumah Tipe 45, Dijamin Bikin Betah

Orang-orang Bali juga kerap membangun pura dan rumah mereka dengan konsep terbuka, terutama untuk hal-hal yang bersifat peribadatan atau pemujaan kepada dewa-dewa. Bahkan, kita sering melihat dalam satu kompleks rumah terdapat lebih dari satu pura dimana masing-masing pura tersebut digunakan untuk memuja Dewa yang berbeda.

Bali menganut pemujaan pada banyak dewa (Sumber: baltimoresun.com)

Untuk bangunan-bangunan lain yang tidak didesain atau digunakan untuk kegiatan pemujaan, kebanyakan dibuat dari bambu atau material lain yang kental akan nuansa alaminya, seperti batuan-batuan alam. Desain seperti ini juga dapat dilatar belakangi oleh budaya mereka yang mengharuskan pemilik rumah untuk membangun pura lebih bagus dibandingkan rumah mereka sendiri.

3. Struktur Rumah yang Kompleks

Kompleks perumahaan Bali (Sumber: komangputra.com)

Rumah-rumah di Bali cenderung memiliki struktur atau pengaturan yang kompleks, namun tetap tertata rapi. Rumah-rumah berasitektur tradisional Bali tidak hanya terdiri atas satu unit stuktur, melainkan memiliki sekumpulan bangunan. Tiap bangunan biasanya dihuni oleh satu kepala keluarga. Mereka yang tinggal di kompleks ini merupakan keluarga besar dan berasal dari keturunan yang sama. Di sekeliling kompleks bangunan dibangun tembok yang tidak terlalu tinggi, namun cukup memisahkannya dengan dunia luar.

Pada kompleks bangunan ini terdapat satu pura (atau lebih) untuk sembahyang, dapur yang digunakan untuk bersama, area untuk tidur, serta area untuk pertemuan penting atau perjamuan. Untuk itulah, biasanya pada kompleks bangunan dibangun 2 macam paviliun, yaitu paviliun untuk menerima tamu serta paviliun khusus untuk upacara adat dan ritual keagamaan.

Kompleks rumah tradisional Bali (Sumber: arsitag.com)

Kuil keluarga adalah area yang paling suci dari keseluruhan kompleks rumah tradisional Bali, dan terletak di Timur Laut (Kaja-Kangin) yang diidentifikasikan sebagai kepala dari kompleks rumah. Kuil keluarga ini selalu dikurung di dalam tempat suci (Pamerajan). Kuil yang paling penting adalah Kamulan Sanggah, sebuah kuil yang berisi tiga kompartemen yang didedikasikan untuk trimurti Hindu, yaitu Brahma, Wisnu dan Siwa.

Baca juga: Mengenal Arsitektur Kontemporer yang Dinamis

Berdasarkan ciri khas arsitektur tradisional Bali yang sudah disebutkan tadi, tidak heran bila gaya arsitektur ini sangat digemari oleh seluruh pelosok Indonesia bahkan mancanegara. Hal ini terbukti dari banyaknya rumah modern yang juga mengadaptasi konsep dari arsitektur tradisional Bali ini. Apakah Anda salah satunya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *